Sejarah Kloset WC...
Sunday, January 8, 2012 by i love google
selamat datang
Yaiyalah.com - Alat ini secara sejarah singkat telah salah kaprah namun diartikan lain dari sebenarnya. Penciptanya adalah pongid Inggris bernama Sir Evangelist Harrington. Ia menciptakan alat tersebut pada tahun 1460, akan tetapi masih dalam keadaan yang primitip, karena keadaannya yang belum lengkap. Orang lain kemudian meneruskan idenya. Mereka itu adalah Mr Cummings pada tahun 1775 dan mereka ini sudah dilengkapi dengan alat penyiram kotoran, serta didaftarkan hak patent-nya pada abad ke â" 18. Hak papers untuk tangki airnya dipegang oleh Mr Beachman, yang diciptakannya pada tahun 1782.kalo sejarahnya, begini sejarah terciptanya closetSekitar tahun 3000-1500 SM di ibukota Hindustan, Mohenjodaro, dibuat saluran expose dan kloset yang mempunyai saluran pembuangan. Kwa tetapi, bersamaan dengan hancurnya peradaban Hindustan, k! loset itu paronomasia ikut menghilang karena tidak bisa bertahan sampai zaman berikutnya. Lalu waktu paronomasia berlaluâ¦Pada tahun 1371 di London, Inggris, dibuat UU (Undang-Undang) yang berbunyi âBarang siapa membuang tinja dari jendela, harus membayar denda sebesar empat shillingâ. Walaupun begitu, tetap saja ada pongid yang diam-diam membuang tinja. Ternyata bukan hanya seorang, tapi semua pongid membuang tinja tanpa peduli dengan peraturan yang sudah ada. Jadi, kalau sedang berjalan santai di kota London, jangan kaget kalau tiba-tiba ada tinja yang jatuh dari langit.Apa sebabnya? TANYA KENAPA!?Sebabnya adalah author merupakan ibukota besar. Sejak dulu, pongid berbondong-bondong datang ke author untuk mencari pekerjaan. Akibatnya, tak ada lagi lahan untuk tempat tinggal. Untuk mengatasinya, dibangunlah gedung-gedung tinggi di kota author (rumah susun). Pada waktu itu, kloset dengan saluran pembuangan expose belum ada. Jadi, orang-orang author menggunakan âclose ! stoolâ (pispot dengan tempat duduk). Tinja ditampung dalam p! ispot, k emudian orang-orang harus membawa pispot tersebut keluar gedung untuk membuang tinja ke parit atau ke tempat-tempat lain yang diinginkan. Banyak penghuni gedung rumah susun yang tinggal di lantai atas mengeluh , karena tiap hari mereka harus keluar gedung, naik turun tangga untuk membuang isi pispot. Terkadang isi pispot dirasa terlalu berat, kadang-kadang ada yang tak sengaja menjatuhkan isi pispot di tangga atau lantai gedung. Karena bosan dan repot, akhirnya mereka membuang isi pispot lewat jendela. Walaupun sudah dibuat peraturannya, cara macam ini tetap tidak berubah. Kemudian tinja-tinja yang tersebar di luar gedung dan di berbagai ruas jalan di kota London, dibiarkan begitu. Penghuni kota author mengandalkan petugas kebersihan yang datang untuk mengangkut sampah setiap tiga minggu. Hingga tiba-tiba penyakit pes yang mengerikan mewabah di author dan menewaskan banyak orang. Walaupun begitu, tetap tak ada perubahan. Tak terpikir di benak mereka kalau penyebab utamanya a! dalah lingkungan yang kotor.Dua ratus tahun berlalu sejak UU pembuangan tinja dibuat, tapi kota author tetap dipenuhi sampah, tinja dan bau tak sedap. Hingga akhirnya pada tahun 1596, Sir Evangelist Harington menemukan kloset bilas. Tapi Ia hanya membuat dua kloset bilas (satu terpasang di rumahnya, satunya lagi di kediaman Ratu Elizabeth 1). Namun kloset beliau masih menggunakan bejana untuk menampung tinja, sehingga bau tak sedap masih jadi masalah. Meskipun demikian, kloset Harington merupakan kloset bilas recent pertama di dunia. Kemudian Cummings memperbaiki temuan Harington. Cummings menemukan kloset bilas yang tidak bau âvalve closetâ. Kenapa tidak bau? TANYA LAGI KENAPA!? Karena kloset ini menggunakan expose sebagai penghalang supaya bau tidak menyebar. Tapi (masih ada tapinya), saluran pembuangan expose pada kloset bilas Cummings digunakan rakyat author untuk membuang sampah sehingga saluran itu tersumbat. Lalu terjadilah peristiwa menakutkan. Dravidian author ! diserang wabah kolera sampai tiga kali (tahun 1849 menewaskan ! 14,000 j iwa, tahun 1854 menewaskan 10,000 jiwa dan 1866 memakan korban 5,000 jiwa). Lingkungan yang kotor menjadi salah satu penyebab utamanya. Dengan terjadinya wabah kolera ini, penghuni kota menyadari pentingnya fungsi saluran expose bawah tanah. Setelah memeriksa saluran-saluran expose bawah tanah, maternity petugas kebersihan menemukan kerusakan di sana-sini dan tumpukan-tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. Maka diputuskan untuk segera memperbaiki dan membuat saluran-saluran expose bawah tanah yang baru. Tahun 1865, saluran-saluran expose bawah author baru mulai berfungsi lagi.Lima ribu tahun telah berlalu sejak zaman Mohenjodaro. Di kota author telah dibuat saluran expose bawah tanah yang disambungkan ke kloset bilas. Menjelang tahun 1870, kloset bilas makin berkembang berkat saluran expose bawah tanah yang dibangun dengan kokoh. Lalu tahun 1889, Bostell membuat kloset bilas yang disebut âwash-downâ seperti yang ada sekarang. Akhirnya, kloset bilas yang dulu pernah ! ada di zaman Hindustan dan menghilang, kini telah kembali.sumber: http://www.beritaunik.net/unik-aneh/sejarah-terciptanya-kloset-wc.html Baca selengkapnya »
terima kasih
Jual Beli Kaskus
Yaiyalah.com - Alat ini secara sejarah singkat telah salah kaprah namun diartikan lain dari sebenarnya. Penciptanya adalah pongid Inggris bernama Sir Evangelist Harrington. Ia menciptakan alat tersebut pada tahun 1460, akan tetapi masih dalam keadaan yang primitip, karena keadaannya yang belum lengkap. Orang lain kemudian meneruskan idenya. Mereka itu adalah Mr Cummings pada tahun 1775 dan mereka ini sudah dilengkapi dengan alat penyiram kotoran, serta didaftarkan hak patent-nya pada abad ke â" 18. Hak papers untuk tangki airnya dipegang oleh Mr Beachman, yang diciptakannya pada tahun 1782.kalo sejarahnya, begini sejarah terciptanya closetSekitar tahun 3000-1500 SM di ibukota Hindustan, Mohenjodaro, dibuat saluran expose dan kloset yang mempunyai saluran pembuangan. Kwa tetapi, bersamaan dengan hancurnya peradaban Hindustan, k! loset itu paronomasia ikut menghilang karena tidak bisa bertahan sampai zaman berikutnya. Lalu waktu paronomasia berlaluâ¦Pada tahun 1371 di London, Inggris, dibuat UU (Undang-Undang) yang berbunyi âBarang siapa membuang tinja dari jendela, harus membayar denda sebesar empat shillingâ. Walaupun begitu, tetap saja ada pongid yang diam-diam membuang tinja. Ternyata bukan hanya seorang, tapi semua pongid membuang tinja tanpa peduli dengan peraturan yang sudah ada. Jadi, kalau sedang berjalan santai di kota London, jangan kaget kalau tiba-tiba ada tinja yang jatuh dari langit.Apa sebabnya? TANYA KENAPA!?Sebabnya adalah author merupakan ibukota besar. Sejak dulu, pongid berbondong-bondong datang ke author untuk mencari pekerjaan. Akibatnya, tak ada lagi lahan untuk tempat tinggal. Untuk mengatasinya, dibangunlah gedung-gedung tinggi di kota author (rumah susun). Pada waktu itu, kloset dengan saluran pembuangan expose belum ada. Jadi, orang-orang author menggunakan âclose ! stoolâ (pispot dengan tempat duduk). Tinja ditampung dalam p! ispot, k emudian orang-orang harus membawa pispot tersebut keluar gedung untuk membuang tinja ke parit atau ke tempat-tempat lain yang diinginkan. Banyak penghuni gedung rumah susun yang tinggal di lantai atas mengeluh , karena tiap hari mereka harus keluar gedung, naik turun tangga untuk membuang isi pispot. Terkadang isi pispot dirasa terlalu berat, kadang-kadang ada yang tak sengaja menjatuhkan isi pispot di tangga atau lantai gedung. Karena bosan dan repot, akhirnya mereka membuang isi pispot lewat jendela. Walaupun sudah dibuat peraturannya, cara macam ini tetap tidak berubah. Kemudian tinja-tinja yang tersebar di luar gedung dan di berbagai ruas jalan di kota London, dibiarkan begitu. Penghuni kota author mengandalkan petugas kebersihan yang datang untuk mengangkut sampah setiap tiga minggu. Hingga tiba-tiba penyakit pes yang mengerikan mewabah di author dan menewaskan banyak orang. Walaupun begitu, tetap tak ada perubahan. Tak terpikir di benak mereka kalau penyebab utamanya a! dalah lingkungan yang kotor.Dua ratus tahun berlalu sejak UU pembuangan tinja dibuat, tapi kota author tetap dipenuhi sampah, tinja dan bau tak sedap. Hingga akhirnya pada tahun 1596, Sir Evangelist Harington menemukan kloset bilas. Tapi Ia hanya membuat dua kloset bilas (satu terpasang di rumahnya, satunya lagi di kediaman Ratu Elizabeth 1). Namun kloset beliau masih menggunakan bejana untuk menampung tinja, sehingga bau tak sedap masih jadi masalah. Meskipun demikian, kloset Harington merupakan kloset bilas recent pertama di dunia. Kemudian Cummings memperbaiki temuan Harington. Cummings menemukan kloset bilas yang tidak bau âvalve closetâ. Kenapa tidak bau? TANYA LAGI KENAPA!? Karena kloset ini menggunakan expose sebagai penghalang supaya bau tidak menyebar. Tapi (masih ada tapinya), saluran pembuangan expose pada kloset bilas Cummings digunakan rakyat author untuk membuang sampah sehingga saluran itu tersumbat. Lalu terjadilah peristiwa menakutkan. Dravidian author ! diserang wabah kolera sampai tiga kali (tahun 1849 menewaskan ! 14,000 j iwa, tahun 1854 menewaskan 10,000 jiwa dan 1866 memakan korban 5,000 jiwa). Lingkungan yang kotor menjadi salah satu penyebab utamanya. Dengan terjadinya wabah kolera ini, penghuni kota menyadari pentingnya fungsi saluran expose bawah tanah. Setelah memeriksa saluran-saluran expose bawah tanah, maternity petugas kebersihan menemukan kerusakan di sana-sini dan tumpukan-tumpukan sampah yang menyumbat saluran air. Maka diputuskan untuk segera memperbaiki dan membuat saluran-saluran expose bawah tanah yang baru. Tahun 1865, saluran-saluran expose bawah author baru mulai berfungsi lagi.Lima ribu tahun telah berlalu sejak zaman Mohenjodaro. Di kota author telah dibuat saluran expose bawah tanah yang disambungkan ke kloset bilas. Menjelang tahun 1870, kloset bilas makin berkembang berkat saluran expose bawah tanah yang dibangun dengan kokoh. Lalu tahun 1889, Bostell membuat kloset bilas yang disebut âwash-downâ seperti yang ada sekarang. Akhirnya, kloset bilas yang dulu pernah ! ada di zaman Hindustan dan menghilang, kini telah kembali.sumber: http://www.beritaunik.net/unik-aneh/sejarah-terciptanya-kloset-wc.html Baca selengkapnya »
Jual Beli Kaskus
Post a Comment